.

Minggu, 30 Januari 2011

Bagaimana Saya Menebus Dosa?

By: Ustadz Abdullah Roy
Tanya: Assalamualaikum Ustad, kurang lebih 2 bln lalu saya baru sakit yang menurut dokter tak ada penyakit dalam tubuh saya, sejak saat itu saya baru sadar saya begitu banyak dosa dan mungkin itu adalah cara ALLAH SWT mengingatkan saya bahwa saya harus taubat. dan Alhamdulillah dengan dzikir tiap sholat penyakit itu mulai berangsur sembuh. ALLAH SWT begitu sayang dan memberi kesempatan untuk bertaubat. Ustad yang saya mau tanyakan bagaimana saya menebus dosa-dosa saya yang lalu? (Anna)Jawab:
Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah yang telah memberikan hidayah kepada kita semua.Demikianlah Allah memberikan cobaan untuk mengingatkan hambaNya, dan berbahagialah orang-orang yang ingat. Diantara penebus dosa adalah taubat nasuha. Para ulama menyebutkan bahwa taubat nasuha memiliki 4 syarat:
1. Menyesali apa yang telah berlalu
2. Meninggalkan perbuatan tersebut
3. Berniat untuk tidak mengulanginya di masa yang akan datang
4. Mengembalikan hak orang lain kalau dosa tersebut berkaitan dengan hak orang (seperti mencuri dll)
Diantara penebus dosa tersebut adalah tauhid, karena Allah akan mengampuni dosa-dosa kita selama kita tidak berbuat syirik kepadaNya. Gantilah dosa-dosa yang kita lakukan dengan amal-amal kebaikan yang sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan kita jauhi perbuatan bid'ah.
Hendaknya mencari ustadz dan teman-teman yang shalih yang bisa menasehati kita dan membimbing kita kepada jalan istiqamah, dan menjauhi teman-teman yang mengingatkan dan mengajak kita kepada dosa kembali.
Catatan: Dzikir setelah shalat merupakan amalan yang disyari'atkan namun jangan diyakini bahwa kita sembuh sebab mengamalkan dzikir setelah shalat karena yang demikian membutuhkan dalil.
Wallahu a'lam.

Baca Yang Ini Juga Ya...



0 komentar:

Posting Komentar

Adab Berkomentar:
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:
“Sesungguhnya Allah meridhai kalian pada tiga perkara dan membenci kalian pada tiga perkara pula.
Allah meridhai kalian bila kalian:
(1) Hanya beribadah kepada Allah semata, (2) Dan tidak mempersekutukan-Nya, (3) Serta berpegang teguh pada tali (agama) Allah seluruhnya, dan janganlah kalian berpecah belah
Dan Allah membenci kalian bila kalian:
(1) Suka qiila wa qaala (berkata tanpa dasar), (2) Banyak bertanya (yang tidak berfaedah), (3) Menyia-nyiakan harta”
(HR. Muslim no. 1715)

  © Blogger template 'TotuliPink' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP  

;